Kalabahi – Universitas Tribuana Kalabahi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Workshop Penguatan Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) yang digelar di Aula Biru kampus Untrib dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural serta anggota GJMF di lingkungan fakultas.
Kegiatan workshop ini secara resmi dibuka oleh Rektor Untrib Kalabahi, Elia Maruli,SE.,MM. Dalam arahannya, Maruli menegaskan bahwa secara konseptual GJMF memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
“GJMF bukan sekadar pelengkap administrasi, tetapi merupakan penggerak dan pengawal implementasi budaya mutu di tingkat fakultas. GJMF juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dalam memastikan seluruh standar mutu dijalankan secara konsisten di setiap program studi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop ini secara aktif agar memperoleh penguatan pemahaman terkait peran, fungsi, dan kewenangan GJMF, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam tata kelola akademik berbasis mutu.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang penjaminan mutu. Yulianto Tell membawakan materi tentang penguatan peran dan fungsi GJMF dalam implementasi SPMI. Selanjutnya, Zakarias Mautuka menyampaikan materi terkait pemahaman standar serta implementasi siklus PPEPP dalam pelaksanaan SPMI.
Materi teknis lainnya disampaikan oleh Martasiana Karbeka yang mengulas penyusunan instrumen monitoring dan evaluasi capaian standar mutu, serta Alboin Selly yang membawakan materi mengenai pengelolaan dan pendokumentasian SPMI di tingkat fakultas.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LPM Untrib Kalabahi, Alboin Selly, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun budaya mutu secara kolektif.
“Mutu tidak dapat bergantung pada individu tertentu, melainkan harus menjadi budaya kerja bersama yang diinternalisasi oleh seluruh sivitas akademika. Budaya mutu hanya akan terbentuk jika semua unit memahami perannya dalam sistem penjaminan mutu,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa workshop ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama, meningkatkan koordinasi antar unit, serta menumbuhkan kesadaran bahwa mutu merupakan tanggung jawab seluruh pihak dalam penyelenggaraan pendidikan tingg,tutupnnya.

